← Kembali ke berita
Berita

Rihlah Edukatif ke Yogyakarta, Santri MBS Al Hikmah Napak Tilas Jejak Muhammadiyah

Santri MBS Al Hikmah Gambiran mengikuti rihlah edukatif tiga hari ke Yogyakarta yang rampung Ahad (26/10/2025), mengunjungi Museum Muhammadiyah dan Kampung Kauman.

Santri MBS Al Hikmah Gambiran berfoto bersama saat rihlah edukatif di Yogyakarta

Santri MBS Al Hikmah Gambiran, Banyuwangi, menjalani perjalanan edukatif ke Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu rampung pada Ahad (26/10/2025). Rihlah ini menjadi bagian dari upaya pesantren memperluas wawasan santri di luar lingkungan pondok, dengan pendekatan belajar sambil berwisata.

Perjalanan ke Yogyakarta ditempuh dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Kalistail, Banyuwangi. Keberangkatannya berlangsung meriah dan penuh semangat. Sebagian santri bahkan baru pertama kali naik transportasi umum jarak jauh seperti kereta.

Salah satu tujuan utama rihlah ini adalah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan erat dengan perjuangan dan perkembangan Muhammadiyah. Para santri berkesempatan mendatangi Museum Muhammadiyah yang berada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Di sana mereka dipandu pemandu museum yang mengisahkan riwayat berdirinya Muhammadiyah, para tokoh pentingnya, serta tujuan dan kiprah organisasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.

Santri juga diperkenalkan pada sejumlah gerakan otonom Muhammadiyah yang punya peran besar di tengah masyarakat. Di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Nasyiatul Aisyiyah bergerak di ranah pemberdayaan perempuan muda, sementara IMM menjadi wadah pengembangan diri dan dakwah Islam bagi mahasiswa.

Hari itu rombongan juga mendatangi Kampung Kauman. Kawasan ini dikenal sebagai tempat Muhammadiyah dilahirkan sekaligus kampung kelahiran KH. Ahmad Dahlan. Di sana para santri tidak hanya belajar sejarah kampung tersebut, tetapi juga menyimak kisah Masjid Gedhe Kauman yang berdiri sejak 1773. Pembangunannya diprakarsai Sri Sultan Hamengku Buwono I, dengan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat bersama Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya.

Sebagai penutup, para santri diajak menikmati Kota Yogyakarta di kawasan Malioboro untuk melepas lelah. Di sana mereka membeli suvenir, berfoto bersama sebagai kenangan, dan mencicipi beragam kuliner khas Yogyakarta.

Melalui perjalanan ini, pihak pesantren berharap wawasan santri bertambah, semangat belajarnya menguat, dan tumbuh kecintaan pada sejarah serta perjuangan tokoh Islam di Indonesia.

Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari laporan PWMU.CO berjudul "Intip Keseruan Santri MBS Al Hikmah Saat Rihlah Edukatif ke Yogyakarta" (tautan: https://pwmu.co/intip-keseruan-santri-mbs-al-hikmah-saat-rihlah-edukatif-ke-yogyakarta/). Gambar: dokumentasi MBS Al Hikmah/PWMU.CO.

Lihat informasi penerimaan